Nanggroe Aceh Darussalam & Budayanya Yang Kental Dengan Nuansa Islam

Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan tugas penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal era ke-17, Kesultanan Aceh ialah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di daerah Selat Malaka. Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya. 

Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan tugas  Nanggroe Aceh Darussalam & Budayanya Yang Kental Dengan Nuansa IslamAceh ialah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama). Persentase penduduk Muslimnya ialah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam. Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh mempunyai otonomi yang diatur tersendiri alasannya alasan sejarah.

Rumah Adatnya
Rumah susila Aceh dinamakan Rumoh Aceh. Rumah susila Aceh dibentuk dari kayu meranti dan berbentuk panggung. Mempunyai 3 serambi yaitu Seuramoe Keu (serambi depan), Seuramoe Inong (serambi tengah) dan Seuramoe Likot (serambi belakang). Selain itu ada pula rumah susila berupa lumbung padi yang dinamakan Krong Pade atau Berandang.

Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan tugas  Nanggroe Aceh Darussalam & Budayanya Yang Kental Dengan Nuansa IslamPakaian Adatnya
Pakaian susila yang dikenakan laki-laki Aceh ialah baju jas dengan leher tertutup (jas tutup), celana panjang yang disebut cekak musang dan kain sarung yang disebut pendua. Kopiah yang dipakainnya disebut makutup dan sebilah rencong terselip di depan perut.

Wanitanya menggunakan baju hingga kepinggul, celana panjang cekak musang serta kain sarung hingga lutut. Perhiasan yang digunakan berupa kalung yang disebut kula, pending atau ikat pinggang, gelang tangan dan gelang kaki. Pakaian ini dipergunakan untuk keperluan upacara pernikahan.


Tari-Tarian Aceh

  • Tari Seudati, berasal dari arab dengan latar belakang agama islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan populer di Aceh.
  • Tarian Saman Meuseukat, dilakukan  dalam posisi duduk berbanjar dengan pedoman kebajikan, terutama pedoman agama islam.
  • Tarian Pukat, ialah tarian yang melambangkan kehidupan para nelayan dari pembuatan pukat hingga mencari ikan.
  • Tari Rebana, merupakan tari kreasi yang menekankan pada keterampilan memainkan alat musik “rebana” dalam mengiringi gerak-gerak lincah khas Aceh. Tari ini biasa ditampilkan dihadapan tamu-tamu agung.
Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan tugas  Nanggroe Aceh Darussalam & Budayanya Yang Kental Dengan Nuansa IslamSenjata Khas

Senjata tradisional yang digunakan oleh penduduk Aceh ialah rencong. Wilahan rencong terbuat dari besi dan biasanya bertuliskan ayat-ayat Al Quran. Selain rencong, rakyat Aceh mempergunakan pula pedang dengan nama pedang daun tebu, pedang oom ngom dan reudeuh. Pedang daun tebu digunakan oleh pamglima perang dan reudeuh oleh para prajurit.


Suku & Bahasa
Suku dan marga yang terdapat di Aceh diantaranya Aceh, Alas, Tamiang, Gayo, Ulu Singkil, Simelu, Jamee, Kluet, dan lain-lain. Sedangkan Bahasa Daerah yang paling mayoritas ialah bahasa Aceh, Alas & Gayo.

Lagu Daerah
Untuk lagu wilayahnya sendiri ada Bungong Jeumpa, Piso Surit dan sebagainya.


Dikutip & diolah dari: Kebudayaan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *